Structured data adalah deskripsi informasi di halaman dalam format yang dapat dibaca mesin. Data ini dapat menjelaskan entitas, properti, dan hubungan sehingga mesin pencari lebih konsisten memahami konten. Contohnya, halaman artikel dapat menjelaskan judul dan penulis; halaman bisnis dapat mendeskripsikan organisasi; sementara halaman produk dapat menyediakan detail produk ketika memenuhi ketentuan fitur yang didukung.
Structured data dapat membuat halaman memenuhi syarat untuk tampilan pencarian tertentu, tetapi bukan jalan pintas ranking dan tidak menjamin rich result akan muncul. Markup yang benar tetap harus mewakili konten yang terlihat serta memenuhi panduan fitur yang relevan.
Poin utama
Gagasan yang paling penting untuk dibawa setelah membaca.
- Structured data membantu menjelaskan entitas dan hubungan halaman, tetapi tidak menjamin rich results.
- Pilih markup yang sesuai dengan konten yang terlihat dan ikuti ketentuan khusus fitur Google.
- JSON-LD sering menjadi format yang mudah diterapkan dan dipelihara.
- Gunakan data minimum yang lengkap, akurat, dan relevan dengan tipe schema.
- Validasi sebelum rilis dan pantau website ketika template atau model konten berubah.
Structured data untuk SEO secara ringkas
Fungsi dan batasan structured data
Memberi petunjuk eksplisit tentang makna halaman
Schema yang tepat dapat membedakan organisasi dari orang, artikel dari produk, atau breadcrumb dari teks biasa. Detail ini membantu sistem otomatis memahami konten dan menghubungkan informasi secara konsisten di seluruh website.
Tidak menjamin rich result
Mesin pencari tetap menentukan tampilan yang sesuai untuk sebuah kueri dan dapat memilih hasil standar meskipun markup valid. Markup yang tidak valid, menyesatkan, tersembunyi, atau tidak relevan dapat membuat halaman tidak memenuhi syarat dan menimbulkan masalah kualitas.
Pilih tipe sesuai konten yang terlihat
Mulai dari tujuan utama halaman. Artikel editorial dapat menggunakan Article atau BlogPosting; website bisa mendeskripsikan organisasinya; breadcrumb menyatakan hierarki navigasi; dan halaman produk dapat memakai Product ketika konten serta kelayakan fiturnya sesuai. Tidak semua halaman membutuhkan semua tipe.
Jangan menandai informasi yang tidak tersedia
Markup harus mendeskripsikan informasi yang dapat dilihat pengguna. Jangan menambahkan rating fiktif, penawaran tersembunyi, entitas yang tidak relevan, atau data yang disalin dari halaman lain. Gunakan nama, tanggal, URL, dan gambar yang akurat serta pastikan data template benar-benar cocok dengan halaman yang dirender.
Utamakan informasi yang lengkap dan relevan
Properti wajib perlu tersedia untuk fitur yang dituju. Properti rekomendasi dapat menambah detail, tetapi kumpulan data kecil yang akurat lebih baik daripada banyak field yang tidak bisa dipastikan.
Mengapa JSON-LD sering menjadi pilihan praktis
JSON-LD memisahkan structured data dari markup yang terlihat sehingga lebih mudah dibuat dari model konten dan diuji di berbagai template. Microdata dan RDFa juga merupakan format yang didukung jika diimplementasikan dengan benar. Kriteria utamanya adalah validitas, konsistensi, dan kepatuhan terhadap panduan fitur.
Selaraskan schema dengan CMS
Buat markup dari sumber tepercaya yang sama dengan judul halaman, penulis, tanggal, breadcrumb, atribut produk, atau detail bisnis. Hindari memelihara deskripsi manual terpisah karena konten dan schema dapat berbeda.
Contoh JSON-LD sederhana
Contoh berikut mendeskripsikan organisasi fiktif. Implementasi production harus menggunakan nilai yang sudah diverifikasi dan hanya menyertakan properti yang dapat dipelihara secara akurat.
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "Organization",
"name": "Example Company",
"url": "https://www.example.com"
}Contoh ini hanya memberi deskripsi dasar sebuah entitas. Jangan menganggap markup Organization otomatis menghasilkan knowledge panel atau tampilan pencarian tertentu.
Validasi sebelum dan setelah peluncuran
Uji sintaks dan properti wajib
Gunakan Rich Results Test Google untuk fitur tampilan yang didukung, lalu periksa hasil render atau output JSON-LD untuk mencari nilai yang hilang atau salah format. Uji sintaks tidak dapat memeriksa seluruh persyaratan kualitas, jadi pastikan markup memang menggambarkan halaman.
Pantau perubahan template dan konten
Perubahan field CMS, template, routing, atau tipe konten dapat merusak markup secara diam-diam di banyak halaman. Uji ulang template representatif setelah rilis dan periksa laporan Search Console untuk masalah atau perubahan kelayakan.
Kesalahan structured data yang umum
- Menggunakan tipe schema yang tidak sesuai dengan halaman terlihat.
- Menandai review, rating, harga, penulis, atau tanggal yang tidak akurat.
- Menambahkan properti demi kelengkapan tanpa memverifikasi datanya.
- Menganggap JSON valid menjamin kelayakan rich result.
- Menghasilkan entitas yang sama dengan URL atau ID yang saling bertentangan.
- Menerbitkan markup rusak setelah perubahan CMS tanpa pengujian ulang.
- Memperlakukan structured data sebagai pengganti konten yang jelas dan bermanfaat.
Checklist implementasi
Checklist schema markup
- Identifikasi tujuan utama halaman dan entitas yang direpresentasikan.
- Periksa apakah Google mendukung fitur pencarian yang dituju jika rich result merupakan sasaran.
- Gunakan field akurat yang sesuai dengan konten terlihat.
- Buat schema dari sumber data halaman, bukan dari nilai duplikat yang diketik manual.
- Periksa properti wajib, identifier, URL, dan tanggal.
- Uji halaman representatif dengan alat validasi yang relevan.
- Pantau laporan Search Console dan uji ulang setelah perubahan template.
Baca dokumentasi Google tentang pengantar structured data dan panduan umum structured data sebelum menentukan fitur atau menerbitkan markup.
Kesimpulan: akurasi lebih penting dari tampilan tambahan
Structured data paling berguna ketika menggambarkan konten dengan akurat dan dipelihara sebagai bagian dari proses publikasi. Pilih tipe yang relevan, gunakan data tepercaya, validasi hasil render, dan pantau setelah rilis. Perlakukan rich results sebagai kemungkinan, bukan janji.